29 Maret 2022 - 17:02
Republik Islam Iran adalah Bukti, Tidak Bergantung pada Negara Barat bukan Bencana

"Sistem Revolusi Islam adalah pemimpin dalam melawan terorisme dan menghindari intimidasi dalam masyarakat. Kita percaya bahwa banyak negara yang justru telah menderita karena ketergantungannya pada negara-negara arogan."

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani pada Sabtu (19/3) dalam konferensi pers dengan para direktur kantor berita di provinsi Gilan, yang diadakan di Rasht, menjelaskan jihad tabyin (jihad pencerahan) memainkan peran penting di dunia kekinian. 

Sambil menyinggung kuasa media mainstream Barat dalam mendominasi wacana, Ayatullah Ramezani berkata, "Tanggung jawab media-media alternatif tentu sangat berat, terutama dalam mengcounter wacana propaganda Barat, khususnya dalam isu-isu Islam."

Ayatullah Ramezani menyatakan bahwa semua orang-orang yang mencintai kemerdekaan dan kebebasaan dan mereka yang berada di jalan kebenaran berjuang bersama dalam menegakkan keadilan dan kesejahteraan bersama. Ia berkata, "Kesetaraan, kesejahteraan sosial dan ekonomi, pertumbuhan intelektual dan evolusi ilmu pengetahuan, tersebarnya moralitas dan spiritualitas adalah kondisi yang diidamkan, Dan dalam keyakinan kita, untuk akan terwujud kelak dengan kepemimpinan Imam Zaman afs."

"Meski demikian, kita tidak dalam posisi cukup menanti datangnya masa itu tanpa melakukan tindakan apapun dalam menentang sistem yang zalim. Salah satu bentuk penantian aktif adalah memanfaatkan peran dan fungsi media dalam memberikan pencerahan. Media tidak akan memiliki kriteria apapun ketika maju dengan sistem Machiavelli dan berusaha untuk menarik khalayak yang maksimal, dan ini terjadi karena pandangan anti-nilai dalam bidang media." Tambahnya. 

Ayatullah Ramezani  lebih lanjut menyinggung media-media yang bermunculan tapi hanya menjadi kan berita dan pers sebagai komiditi bisnis. "Canggihnya tekhnologi informasi saat ini dimanfaatkan kaum materialis untuk meraup keuntungan uang sebanyak-banyaknya dari masyarakat dengan menjualbelikan informasi. Inilah yang membuat media jadi kehilangan integritasnya dalam menyampaikan berita. Media-media kredibel pun terkena imbasnya, dengan rendahnya kepercayaan masyarakat kepada media-media hari ini."

Selanjutnya Ayatullah Ramezani mengatakan bahwa peran dalam membangun kepercayaan di media-media Ahlulbait as harus diperkuat. Ia berkata, "Jika kita ingin mengembangkan wacana revolusi dengan benar, kita harus mengikuti jalan ini berdasarkan komponen spesifik kita sendiri."

Sambil menekankan peran pengurus Lembaga Internasional Ahlulbait as dalam meningkatkan kepercayaan tersebut, Ayatullah Ramezani mengatakan, "Jika para pejabat mengambil langkah-langkah untuk memecahkan masalah, itu akan sangat efektif dan berita media Barat lainnya dapat tidak lagi berada di atas."

Ayatullah Ramezani menekankan penjelasan nilai-nilai sistem dengan alat terbaru dan metode baru. Ia berkata, "Media domestik harus membangun hubungan yang baik dengan pusat statistik dan analisis mereka harus didasarkan pada statistik dan data yang dapat diandalkan."

Perwakilan warga Gilan di Majelis Ahli Kepemimpinan ini lebih lanjut menekankan bahwa dokumen budaya harus disiapkan untuk karya budaya. Ia berkata, "Mari kita perluas sistem Islam. Kerja-kerja media kita harus lebih digalakkan. Jihad pencerahan harus menjadi kewajiban semua pengikut Ahlulbait as saat ini."

Sambil menekankan penyebaran prestasi ilmiah dan penelitian sistem, terutama munculnya berbagai bidang urusan agama, ia melanjutkan, "Saat ini lonceng kematian agama dimainkan di arena sosial dan mereka mengatakan bahwa agama hanya mengurusi peribadatan dan masalah spritualitas saja, dan tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Namun kemenangan Revolusi Islam menolak ini dan membuktikan, agama bisa menjadi alternatif kiblat politik saat ini."

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as ini kemudiaan menyatakan, "Dunia Barat berusaha untuk mengecilkan peran agama dalam urusan publik dan sosial. Mereka mendukung Islam Saudi dan tidak ingin Islam sejati diperkenalkan di dunia."

Ayatullah Ramezani pada bagian lain penyampaiannya, menyebut salah satu konspirasi musuh yang paling penting dalam melawan Revolusi Islam ada di sektor budaya. "Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran senantiasa peduli dengan masalah budaya ini. Dalam setiap pidatonya, ia selalu memasukkan poin-poin terkait masalah kebudayaan." Ungkapnya.

Wakil rakyat Gilan dalam Majelis Ahli menyebutkan perubahan suasana dan selera intelektual, ideologis dan budaya rakyat sebagai senjata musuh untuk menghancurkan revolusi dan sistem. Ia mengatakan, "Musuh telah membuat segala macam produk budaya di negara ini dan kita harus menghadapi dengan merekayasa situasi dan menyerang musuh dengan media dan kekuatan propaganda kita sebelum produk budaya mereka meracuni pemikiran generasi muda."

Ayatullah Ramezani melanjutkan, perlu merencanakan dan mengidentifikasi patologi selera budaya masyarakat dan produksi berbagai produk, bahkan di bidang mainan anak-anak. Ia berkata, "Dalam strategi musuh, menghilangkan budaya hijab dalam masyarakat Islam adalah target yang jelas, dan itu sudah mereka mulai dengan memasukkan budaya anti hijab melalui permainan dan mainan anak-anak."

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as menyatakan,  "Sistem Revolusi Islam adalah pemimpin dalam melawan terorisme dan menghindari intimidasi dalam masyarakat. Kita percaya bahwa banyak negara yang justru telah menderita karena ketergantungannya pada negara-negara arogan."

Pada bagian lain, Ayatullah Ramezani juga menyatakan tentang negosiasi nuklir. "Banyak komponen pertumbuhan dan perkembangan terkait dengan pengetahuan nuklir, dan Republik Islam Iran selalu berusaha untuk setia pada prinsip-prinsip internasional." Ungkapnya. 

Dia menganggap pembahasan humaniora dalam ajaran agama sebagai salah satu ajaran yang paling penting dan berkata,  "Kita tidak bisa memisahkan agama dari ajaran dan humaniora dan sayangnya kekejaman ini terjadi di bidang ilmu pengetahuan dan pemikiran dan dianggap bahwa humaniora hanya diproduksi oleh Barat."

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as menyatakan, "Republik Islam Iran memiliki kapasitas besar di bidang produksi humaniora dan ilmu-ilmu sosial dan harus menjadi produsen, yang membutuhkan usaha besar dan jihad. Mereka selalu dan selalu mendukung gerakan ilmiah dan kemandirian."

Ayatullah Ramezani mengatakan, "Universitas dan pusat budaya kita harus menarik cakrawala budaya dan perspektif untuk diri mereka sendiri, dan kami berharap dapat di masa depan dalam semua ilmu, termasuk ilmu pengetahuan."

"Universitas dan pusat budaya kita harus menarik cakrawala budaya dan perspektif untuk diri mereka sendiri dan kami berharap untuk menjadi produktif dalam semua ilmu di masa depan, termasuk humaniora, dan dunia pasti akan menyambut humaniora negara kita." Tambahnya. 

Wakil warga Gilan di Majelis Ahli Kepemimpinan ini menunjukkan bahwa dunia Barat sedang mencoba untuk mengindividualisasikan agama dan menghapusnya dari panggung sosial dengan mengubah pendekatannya ke abad keenam belas dan ketujuh belas. "Sayangnya, kita belum maksimal dalam agama Islam sebagai agama cinta, toleransi, martabat dan rasionalitas. Islam malah dikenal sebagai agama yang menganjurkan kekerasan dan perang." Jelasnya. 

"Kita tidak bisa tahu bahasa generasi milenial dan berbicara dengan mereka, sedangkan untuk menghadapi generasi muda kita harus memiliki literatur khusus dan bergerak maju dengan rencana yang baik dan lengkap." Tambahnya.

Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as menyatakan, "Mengingat volume ketergantungan individu dan masyarakat di dunia maya dan pertukaran informasi di sektor ini, kita harus bermigrasi ke dunia maya agar lebih efektif, jika tidak, kita tidak akan berhasil."

Terkait tentang kegiatan delapan tahun masa keanggotaan Majelis Ahli Kepemimpinan, Ayatullah Ramezani mencatat ada 85 kuliah dan 28 perjalanan provinsi ke Gilan dilakukan baru-baru ini. "Pada hari-hari pandemi, 29 kuliah diadakan sesuai dengan aturan kesehatan dan ami melakukannya dan pada hari itu kami memiliki 9 perjalanan ke kota Gilan." 

Wakil rakyat Gilan dalam Majelis Ahli Kepemimpinan menegaskan, "Berbagai pertemuan dengan pengurus provinsi dan pertemuan dengan keluarga para syuhada merupakan program lain yang telah dilakukan selama ini."

Di bagian akhir penyampaiannya Ayatullah Ramezani mengingatkan, "Kita semua berhutang budi kepada Revolusi Islam dan keberkahannya. Jangan menyerah seberat apapun kondisi yang ada."